Bahaya Baterai Li Ion


Baterai Lithium Ion atau Li Ion merupakan salah satu jenis baterai yang paling umum digunakan pada HP, tablet, dan laptop. Baterai Li Ion bisa menjadi pilihan utama karena memiliki banyak keunggulan dibandingan yang lain seperti Ni Cd (Nikel Kadmium). Dari segi kapasitas Li Ion lebih besar, tidak ada memory effect, masa penyimpanan daya yang lebih lama, dan lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan beracun.

Akan tetapi, disamping keunggulannya, Li Ion memiliki potensi bahaya yang cukup besar dan baterai Li Ion dapat membahayakan pemakainya karena mengandung bahan yang mudah terbakar dan bertekanan tinggi.

Karena tuntutan konsumen atas baterai yang lebih kecil tapi dengan daya yang lebih tinggi, maka proses produksi baterai Li Ion disesuaikan sedemikian rupa sampai kemampuannya meningkat dua kali lipat dibandingkan pada saat pertama kali baterai Li Ion ini diperkenalkan oleh Sony tahun 1991.

Namun hal ini berdampak lain dimana hal tsb dicapai dengan mempertipis bahan pembatas baterai sehingga proses pembuatan baterai harus dilakukan dengan lebih sempurna dan hati-hati,  karena jika tidak akan membuat baterai tersebut rentan untuk terbakar bahkan meledak.

Tapi anda jangan lantas buru-buru meninggalkan smartphone atau laptop anda, karena produsen baterai Lithium Ion pastilah sudah menyadari bahaya baterai ini dan melakukan langkah-langkah preventif pengamanan dalam proses produksi baterai Lithium Ion, seperti :
  1. Membatasi jumlah material aktif untuk mencapai perbandingan terbaik antara densitas energi dengan keamanan.
  2. Menerapkan mekanisme pengamanan antar sel.
  3. Tambahan sirkuit pengaman elektronik pada baterai.
Baterai Li Ion bisa dikatakan aman jikan proses manufakturnya berjalan dengan baik dan si penggunanya tidak melakukan hal-hal yang bisa memicu bahaya pada baterai Li Ion. Jadi, yang dapat anda lakukan adalah hati-hati dalam penggunaan baterai Li Ion. Berikut ini saya sajikan beberapa tips untuk mengangani baterai smartphone, tablet, atau laptop dengan baik :

  1. Jangan melakukan charging di dekat bahan yang mudah terbakar, seperti kasur / ranjang, apalagi bensin.
  2. Hindari menelepon ketika sedang di-charge, kalau terpaksa selalu waspada dengan perubahan suhu tinggi yang cepat dan segera jauhkan dari anggota badan anda (dan orang lain) jika terjadi.
  3. Jika merasakan panas berlebih pada perangkat khususnya ketika sedang di charge, segera lepaskan perangkat dari charger dari listrik kalau tidak memungkinkan, menjauh dari perangkat Anda.
  4. Berbeda dengan Nickel based battery, Li Ion tidak memiliki memory effect dan justru akan memperpendek usia baterai jika digunakan sampai habis (discharge / deep discharge). Segera charge baterai Anda jika sudah mencapai daya 25%. Dalam kasus tertentu, deep discharge bisa menyebabkan short circuit.
  5. Jangan pernah menyimpan peralatan elektronik pada paparan panas tinggi seperti dashboard mobil yang terpapar sinar matahari atau terkena paparan langsung sinar matahari.
  6. Hindari menggunakan charger non standar yang tidak sesuai spesifikasi kecuali Anda mengerti dengan baik daya yang dihasilkan oleh charger tersebut cocok dengan perangkat Anda. Penggunaan charger non standar bisa mengakibatkan rusaknya rangkaian pengaman baterai.
  7. Fast charger dengan voltase tinggi memperpendek umur baterai anda. Charger dengan voltase terlalu tinggi (> 4,2 V/cell) dapat merusak baterai dan berbahaya.
(Agus Setiawan)
Referensi: Vaksincom

0 Response to "Bahaya Baterai Li Ion"